Pesawat Mata Mata AS Ketahuan Intip Latihan Militer Rusia

Pesawat Mata Mata AS Ketahuan Intip Latihan Militer Rusia – Baru baru ini sebuah jet Russia baru saja mencegah pesawata mata mata milik Amerika Serikat di atas Samudra Pasifik ketika sedang melakukan latihan militer besar besaran.

Pesawat Mata Mata AS Ketahuan Intip Latihan Militer Rusia

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia , hal ini berawal ketika mereka menemukan sebuah target udara yang berjalan mendekati perbatasan Rusia dan terdeteksi oleh kontrol wilayah udara Rusia di atas Samudra Pasifik. Ternyata target udara yang dimaksud adalah pesawat pengintai strategis RC-135 milik Angkatan Udara AS. Alhasil Rusia mengerahkan jet tempur su-35 untuk mengawal pesawat tersebut untuk segera menjauh.

“RC-135 kemudian melakukan putaran balik dari wilayah udara Rusia dan pelanggaran perbatasan Negara Federasi Rusia tidak diizinkan,” menurut pernyataan itu.

“Su-35, pada bagiannya, melanjutkan kepatuhan yang ketat dengan aturan internasional menggunakan wilayah udara,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Newsweek.

Pesawat Mata Mata AS Ketahuan Intip Latihan Militer Rusia

Hingga saat ini pihak Angkatan Udara Pasifik A.S masih belum buka suara mengenai masalah tersebut. Insiden seperti ini sangat jarang terjadi antar kedua negara , yang keduanya mengangkangi lautan terbesar di dunia dan juga beroperasi di wilayah udara yang tumpang tindih di wilayah strategis lainnya.

Inside terbaru terjadi ketika Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan jika mereka latihan operasional pasukan heterogen Armada Pasifik sedang dilakukan di bentangan tengah laut sekitar 4.000 kilometer, atau hampir 2.500 mil jauhnya, dari pangkalan dari pangkalan kapal Angkatan Laut yang dikerahkan.

Latihan militer besar besaran ini mencakup 20 kapal perang permukaan, kapal selam dan kapal pendukung, seperti kapal penjelajah rudal Varyag kelas Slava, kapal perusak anti-kapal selam besar Admiral Panteleev, kapal fregat kelas Udaloy Marsekal Shaposhnikov, korvet Gromky, Sovershenny dan Pahlawan Federasi Rusia Aldar Tsydenzhapov dan kapal instrumentasi jangkauan rudal Marshal Krylov.

Sedangkan untuk bagian udara , ada sekitar 20 pesawat termasuk pesawat anti-kapal selam jarak jauh Tu-142MZ, pesawat tempur pencegat untuk ketinggian tinggi MiG-31BM dan pesawat lainnya.

“Dalam kerangka latihan, tugas-tugas mengelola pengelompokan kekuatan yang heterogen pada jarak yang cukup jauh dari titik-titik pangkalan untuk perlindungan dan pertahanan komunikasi laut (samudera),” kata pernyataan itu.

“Serta mengatur interaksi pengelompokan operasional kapal dan pesawat untuk mencari dan melacak kapal selam dan pengelompokan kapal musuh tiruan dipraktekkan,” pernyataan itu melanjutkan.

Pesawat anti-kapal selam Il-38N Rusia ini diberikan tugas untuk melakukan pencarian, klasifikasi, dan pelacakan kapal selam musuh tiruan di Teluk Avacha.

“Prajurit anti-kapal selam melakukan pelatihan tentang penggunaan terintegrasi radar dan menjatuhkan peralatan deteksi hidroakustik dengan penempatan pelampung, penerimaan dan analisis informasi yang diperoleh dengan bantuan mereka,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

“Dalam kondisi awan rendah, para kru berlatih lepas landas dari lapangan terbang, melakukan penerbangan di atas laut, piloting instrumen, serta berkeliling dan mendarat pada jarak landasan yang diperpendek,” sambung pernyataan itu.

Fokus perburuan kapal selam ini hadir seminggu setelah Angkatan Laut AS mengumumkan akan mengerahkan sekitar sepertiga dari Pasukan Kapal Selam Pasifik untuk berpartisipasi dalam Latihan Agile Dagger 21.

Latihan Pasifik Rusia ini akan berlangsung hingga pertemuan puncak pertama yang sangat dinanti antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan berlangsung pada Rabu depan di ibukota Swiss, Jenewa. Kedua presiden ini berusaha untuk menstabilkan hubungan yang tegang antara negara mereka tetapi tetap kritis terhadap kebijakan satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *